PENGALAMAN SAHABAT ANDARAJA

Kemarin, ada seorang sahabat kami pulang ke kota Batavia untuk menjalani rutinitasnya sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta. Dari pengalamannya kemarin, memberikan kami ide untuk menceritakan pengalaman saya dan sahabat andaraja lainnya seputar dunia tour & travel, yang mana pengalaman ini berjalan alami tanpa mengikuti teks pada umumnya. Berikut cerita-cerita pengalaman mereka.

1) Penumpang boleh berangkat, namun bagasi tidak

20 November 2016 keluarga adik saya berangkat dari Medan-Penang menggunakan maskapai lion air. Tiket mereka telah di web check in sehari sebelum berangkat, namun pada hari keberangkatan mereka tiba di bandara 40 menit sebelum keberangkatan dan counter check in dan bagasi pun telah ditutup. Setelah terjadi dialog dengan petugas, akhirnya keluarga adik saya pun di bolehkan masuk ke imigrasi dan naik ke pesawat (untung tiketnya sudah web check in), namun koper barang bawaan sudah tidak di bolehkan dibawa pada penerbangan ini.

Jadi gimana dong dengan kopernya? Petugas bandara menitipkan pada penerbangan berikutnya, dan kepada keluarga adik saya di haruskan melaporkan kepada petugas di bandara Penang setibanya disana. Petugas bandara Penang meminta data paspor salah seorang keluarga adik saya, dan meminta alamat tinggal selama berada di Penang. Alhasil, berselang hanya 8 jam dari ketibaan mereka di Penang, koper mereka pun diantar langsung oleh petugas bandara Penang ke kediaman mereka di Penang, tanpa di kenakan biaya apa-apa. Luar biasa pelayanannya.

2) Awalnya tempat duduk terpisah, akhirnya bisa bersama

Pada penerbangan malam hari Citilink QG 883 Medan-Jakarta 27 Nov 2018 sahabat kami memiliki 1 kode boking dengan jumlah 2 penumpang. Saat pagi hari, saya melakukan web check in untuk tiket mereka. Karena belum ada kepastian berangkat berdua, maka saya hanya melakukan web check in untuk sahabat saya saja, dengan nomer bangku 17E (di acak oleh sistem, untuk menghindari berbayar). Lalu pada sore hari nya kami melakukan web check in untuk seorang lagi yang juga jadi ikut berangkat, dan mendapatkan nomer bangku 21C.

Berangkatnya sama-sama, kok duduknya terpisah? Gimana caranya agar bisa duduk bersebelahan, padahal tiketnya kan sudah web check in?

Saya menyarankan kepada sahabat saya agar nanti saat di dalam pesawat meminta bantuan pramugari untuk request pertukaran tempat duduk dengan salah seorang di sebelah mereka. (Note : Saya telah melakukan trik ini dan seringkali berhasil).

Namun, berbeda dengan sahabat saya, pengalaman ia menjadi pengalaman baru bagi saya. Pada saat berada di counter check in, ia meminta agar tempat duduk mereka bisa berdekatan, dan alhasil mereka mendapatkan kursi baru di 31 A dan 31 B. Tentu saja pengalaman sahabat saya ini belum pernah saya alami, saya juga tidak tau pasti mengapa bisa di ubah ke nomer bangku yang lain, apakah karena pesawatnya tidak penuh, saya hanya bisa menduganya demikian, yang pasti keinginan sahabat saya sudah terpenuhi bisa duduk berdekatan tanpa harus meminta bantuan pramugari lagi 🙂

3) Identitas tidak ada, namun boarding tetap bisa di print bersamaan

Ini adalah pengalaman yang paling sering saya alami, kami berangkat bersama dengan teman-teman, dengan kode booking berbeda-beda, namun saya tetap bisa mendapatkan print boarding pass nya bersamaaan.

Jadi begini ceritanya.. Kami berangkat dari Batam-Banda Aceh berjumlah 10 orang, namun pada saat di counter di bandara, baru ada 7 identitas di tangan saya karena 3 orang lagi masih dalam perjalanan ke bandara. Mengingat waktu sudah sangat singkat (15 menit sebelum counter tutup), kebiasaan dan aturan di counter petugas akan meminta identitas sebelum mereka mencetak boarding pass penumpang.

Bagaimana caranya agar petugas dapat mencetak semua boarding pass? Kami seringkali menggunakan trik ini, kami mengatakan kepada perugas, “Mbak/Mas, kita ini bersepuluh adalah satu grup, saat ini teman kami yang 3 orang lagi sedang dalam perjalanan kemari, akan tiba terlambat karena jalanan padat”, demikian saya menyampaikan. Dan karena mengingat kita adalah satu grup, maka seringkali petugas akan memberikan keringanan untuk tetap mencetak boarding passnya bersamaa. hehe

Note : Untuk di beberapa bandara di Indonesia saat ini, seperti di Bandara Kualanamo (KNO) telah tersedia mesin cetak boarding pass, jadi gak perlu repot-repot ngantri di counter lagi.

Bersambung….

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *