PENGALAMAN SAHABAT ANDARAJA (2)

Yuk kita lanjut lagi ya cerita pengalaman sahabat andaraja.

4. Koper pecah 

Kejadian ini di alami oleh sahabat kami yang melakukan perjalanan dari Banda Aceh (BTJ)-Keutapang (KTG) Kalimantan, saat mengambil bagasi di dapati kalau kopernya pecah. Karena panik, ia menelfon saya dan memberitahukan kejadian yang di alaminya.

Satu bulan sebelum kejadian yang menimpa sahabat andaraja ini, saya juga mengalaminya di Kualanamo (KNO). Saya menjumpai petugas maskapainya dan menuntut ganti rugi. Petugas maskapainya bilang, kalau saya telah menandatangani di stiker bagasi nya kalau tas saya sebelum berangkat sudah pecah. Lalu saya katakan kalau saya tidak pernah menandatangani apapun saat memberikan koper saya untuk di bagasikan. (Dari sini saya belajar, sebelum tas anda di bagasikan, ada baiknya di foto terlebih dahulu, karena seperti yang saya alami saya di anggap telah menandatangi yang tidak saya lakukan). Lalu saya berkata, “Jika benar saya telah menandatanganinya saya minta sekarang mbak menelfon petugas check in di bandara asal saya berangkat, saya ingin lakukan klarifikasi saja”. Lagi-lagi petugas maskapai KNO tidak menyanggupinya. Lalu saya katakan begini lagi”Coba mbak secara logika berfikir, “apa mungkin saya akan membawa pakaian dalam koper yang pecah parah seperti ini sebelum saya berangkat”. Petugas makin terdiam dan tidak bisa menjawab apa-apa lagi, lalu petugas berkata “kita coba proses dahulu ya pak, ntar kita akan hubungi bapak”. Trus saya bilang gini, “mbak/mas, maskapai sebesar ini, perusahaan segedek ini masak iya tidak dapat menangani keluhan pelanggan dengan cepat, masak iya maskapai tidak memiliki budget untuk segera mengganti kerugian penumpang”? Setelah saya berkata demikian, jeda 5 menit langsung deh maskapainya mengganti kerugian Rp.300.000,-.

Dan pengalaman yang saya alami ini, saya bagi ke sahabat saya di Keutapang saat dia menelfon, dan akhirnya ia pun mendapat ganti rugi saat itu dari maskapai.

 

ket.gbr : koper biru kejadian di Kualanamo (KNO), koper abu-abu kejadian di Keutapang (KTG), uang ganti rugi rp.300.000 per koper.

5. Over bagasi

Senin 24 September 2018, saya ikut mengantar rombongan adik-adik mahasiswa/i politeknik Tapaktuan Aceh Selatan ke Bandara Kualanamo untuk melakukan penerbangan menuju Kuala Lumpur.

Saat membeli tiket, kami sudah menawarkan bagasi, namun mereka bilang gak ada bagasi, semuanya bisa naik ke kabin. Dan hari itu saat di counter check in, ternyata ada beberapa koper besar yang tentunya lebih dari 7 kg dan tidak dapat dinaikkan ke bagasi kabin, dan saat di timbang koper-koper tersebut berjumlah hampir 50 kg. Di bandara harga bagasi 15 kg rp.400.000,- artinya mereka harus mengeluarkan uang Rp.1.200.000,- untuk bagasi. Lalu untuk menghemat pengeluaran terjadi lah keseruan, mereka mencomot beberapa isi koper untuk di masukkan ke tas ransel yang masih longgar, dan membawanya juga di bagi-bagi setiap orang membawa satu tas. Sehingga mahasiswa/i tersebut hanya perlu menambah 800.000 saja untuk over bagasi karena sebagian telah di pindahkan untuk di bawa ke bagasi kabin. 🙂

6. Parfum mahal-mahal, harus tinggal di imigrasi

16 November tahun lalu, saya bersama seorang tamu andaraja melanjutkan perjalanan dari Changi Airport Singapore menuju KLIA. Di imigrasi, saat di scanning terdapat sesuatu yang berasal dari dalam ransel milik tamu andaraja. Lalu di keluarkan dan ternyata terdapat sebuah parfum mahal, dan baru saja di belinya. Sayangnya parfum tersebut tidak bisa ikut menyeberang ke KLIA karena melebihi dari 100 ml. Aturan di Changi Airport tidak boleh membawa barang bawaan berupa cairan >100 ml. apes deh..

7. Oleh-oleh hilang separoh tas

Kembali bercerita kenangan pahit dalam perjalanan Penang-Medan pada 24 November 2016. Ketibaan di Medan pada malam hari sekitar pukul 20.00. Selain beberapa koper yang di masukkan ke bagasi, terdapat juga satu tas jinjing besar yang isinya oleh-oleh berupa makanan dari negeri jiran Malaysia.

Semua barang bagasi sudah diterima keluarga adik saya, namun ada satu tas yang kelihatan telah dibuka paksa. Ya benar, tas oleh-oleh. Hampir separuh isi tas hilang. Gak tau siapa yang mengambil, yang pasti kejadian ini sangat menjengkelkan, mengurangi kepercayaan penumpang kepada maskapai. Dari kejadian ini, pelajarannya, jika ragu terhadap keamanan barang bagasi anda, ada baiknya di wrapping dulu aja sebelum memasukkan bagasi.

Sekian beberapa pengalaman yang saya dan sahabat andaraja alami, ntar kapan-kapan kita sambung lagi ya..

Kalau teman-teman memiliki pengalaman yang ingin diceritakan seputar penerbangan, perjalanan masing-masing, boleh email ke : andarajatourtravel@gmail.com dan bisa juga dengan menceritakan langsung ke kolom komentar. Siapa tau pengalaman kita dapat bermanfaat untuk orang lain.

seMoga hari ini sahabat andaraja dapat saling berbagi kasih dan sayang dengan orang-orang tercinta.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *